Sadar atau “hanya” Mengerti

Kapan manusia akan mengetahui perjalan hidupnya? Sejak dari dirahim ibu, manusia sudah menitik sebuah perjalanan hidup, Ingat malaikat memberikan pada diri kita ruh dan akal, malaikat tidak memberikan bekal materi atau duit untuk menjalani kehidupan ini. Maka gunakan seluas mungkin jiwa dan akal kita ini. Jangan meminta-minta hanya untuk kebutuhan hidup itu, apalagi menjilat pada kekuasaan. Kita harus merasa kaya dengan apa yang kita miliki. Kita manfaatkan kekayaan yang ada dinegeri ini.
Bukannya manusia sudah ditentukan nasibnya?
Ya memang secara teologi kehidupan manusia sudah ditentukan sejak ruhnya ditiupkan, baik buruknya, ukuran meterinya, dan sebagainya. Namun, manusia seharusnya menentukan nasibnya sendiri, baik sebagai masyarakat maupun sebagai individu. Manusia mempunyai tanggung jawab yang besar, karena memiliki daya kehendak yang bebas. Walaupun kehendak bebas manusia terbatas oleh kenyataan, dan manusia harus tunduk pada kenyataan itu. Maka nasib manusia bisa diekpresikan dengan kebebasan dan kreatifas yang dibarengi kesadaran akan sifat-sifat ketuhan untuk mencapai semuanya.
Bagaimana mencapai kesadaran Tuhan?
Pertama kita mengetahui posisi kita sebagai manusia, sebagai hamba, sebagai kholifah diatas bumi ini, yang memiliki tanggung jawab atas keseimbangan alam ini. Dengan akal dan hati, kita ciptakan peradaban yang tinggi, bangun kedaulatan pangan untuk menentang kelaparan, lestrikan lingkungan untuk melawan eksplorasi alam, membangun hukum kemanusia untuk mentang ketertindasan, melalui kemampuan akal dan pikiran untuk bertindakan itulah kesadaran Tuhan tercapai, seperti nabi Muhammad membangun peradaban tinggi di bangsa arab, membebaskan perbudakan, membangun perdagangan, kepemimpinan yang merakyat. Melalui tindakan seperti itu kita barengi dengan sifat-sifat Tuhan untuk melengkapinya, seperti sifat pengasih, adil, tegas dan lainnya. Jadi tindakan kita dilengkapi dengan sifat tuhan untuk mencapai kesadaran Tuhan.
Apa Manusia harus memiliki kesadaran?
Ya perlu, banyak orang berilmu, mengerti tapi belum tentu mereka memiliki kesadaran akan ilmunya. kalau menurut Syariati seorang berilmu dan alim yang mengetahui tapi tidak bertindak, sama saja dengan seorang yang mandek, terbelakang dan jahil yang tidak bermakna. Seorang yang menganalisis isu-isu sosial dengan benar dan ilmiah, tetapi jauh dari tanggung jawab sosial sama saja nilai esensialnya dengan orang yang tidak tahu apa makna masyarakat itu.Hanya lewat tindakan itulah baik dan buruk, iman dan kufur, sadar dan tidak sadar dapat dibuktikan. Disini tanggung jawab manusia “berilmu” harus di buktikan dengan sebuh tindakan untuk mendorong faktor-faktor kebebasan, kesejahtraan dan kemajuan manusia. Jangan sampai ilmu terlepas dari tanggung jawab terhadap kehidupan ditengah masyarakat. Manakala ilmu jauh dari jangkauan masyarakat umum, dan sudah menghindari tanggung jawab untuk membimbing orang banyak, serta bergerak dalam kesendirian, maka kekuasaanlah yang akan memainkan perannya.
Kita lihat kasus internasional tentang wabah Covid-19 yang berkepanjangan ini. Peran seorang yang berilmu sangat central, sebagaimana ilmu dewasa ini, telah menempatkan dirinya sebagai pelayan musuh-musuh orang banyak, musuh agama, negara serta musuh keselamatan manusia. Mungkin kontradiksi dan oposisi yang kita rasakan tidak lain karena hilangnya persoalan tanggung jawab dibidang ilmu pengetahuan. Ada yang beranggapan virus Covid -19 itu alamiah ada juga yang beranggapan senjata biologis untuk menghancurkan suatu negara. Karena adanya wabah ini, para tokoh agama pun berfatwah tentang ibadah, pemerintah mengalihkan jalannya perekonomian. Dari situ dapat disimpulkan adanya peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang saling berjalin satu sama lain untuk menginterpretasikan hubungan-hubungan tematis yang ada didalamnya, yang kadang-kadang bisa ditemukan adanya kekuatan atau pengaruh suatu peristiwa atas peristiwa lainnya.
Disinilah diperlukan kesadaran penuh bagi seorang yang berilmu dalam melihat hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Bony

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *