Itsbat atau Ikhbar?

صومو لرؤيته وافطرو لرؤيته فان غم عليكم فاكملوا عدة شعبان ثلاثين رواه البخاري
Berpuasalah dan berbukalah karena terlihatnya hilal, tapi kalau cuacanya mendung maka sempurkan puasamu dalam hitungan 30 hari bulan sya’ban atau ramadhannya.
Hal serti ini mash sering menjadi permasalahan ditengah pergumulan marsyarakat, apakah kita mengikuti hasil itsbat atah hasil ikhbar? Klo kita mengikuti pemerintah, maka itulah itsbat, tapi kalau sebatas hasil falakiyah dan umum itulah ikhbar. Kedua bisa dipakai namun dasar yang paling jelas seperti nabi muhammad memakai itsbat. Jadi kita sebagai masyarakat Indonesia tinggal menunggu keputusan dari pemerintah dan hasilnya pasti tepat. Aplagi kita punya kewajiban taat kepada pemerintah.
Dan nabi Muhammad semasa hidupnya pernah melakukan puasa ramadhan 30 hari, hanya sekali, terus 29 hari tujuh puasa ramadhan juga sekali dan puasa ramadhan 28 hari cuma sekali. Artinya bahwa nabi muhammad dalam menjalankn ibadah puasa menggunkan jalan ru’yatul hilal. Sebab hilal terlihat disaat cuaca cerah tidak ada mendung yang menghalanginya.
Jalan inilah yang di gunakan oleh warga ahlu sunnah waljamaah NU di Indonesia. Dan kita warga indonesia menunggu hasil ru’ya dari pemerintah. Nah, mari kita tentukan sendiri ibadah puasa kita dengan ikhbar atau kita mengikuti ketentuan para kiai dan pemerintah yang berlandaskan ru’yatul hilal./faroidus saniyyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *