Adakah Benturan Barat dan Timur

cirebon, suraupos.com

Dalam buku‘Crisis of the Modern World’ karya Rene Guenon yang salah satu temanya menjelaskan tentang peradaban Barat (modern) dan Timur (tradisional). Pemaparan akan perbedaan antara Barat dan Timur, menurut  Guenon tidak terfokus dalam bentuk kewilayahan tetapi dalam mentalitas atau epistem. Peradaban Barat mendasarkan pemikirannya pada hal-hal material dan melepaskan pengetahuan dari Yang Tinggi. Pengabaiaan atas adanya Yang Tinggi ini tidak terjadi dalam peradaban Timur. Perbedaan yang klasik  ini menjadi tolak ukur untuk melihat peradaban Barat dan Timur. Pertanyannya benarkah terjadi perbenturan dalam peradaban antara Barat dan Timur? Bagaimana sikap kita dalam melihat kedua peradaban itu?

Manusia modern melihat perkembangan dalam kehidupan dari produksi yang diciptakan oleh pengetahuan manusia. Sebab tolak ukur mereka (modern) adalah produksi sebagai hasil akhir dari pengetahuan. Hal ini sangat mengelirukan sebab dalam kenyataanya bisa kita lihat berapa ratus manusia “tradisional/ bertradisi” yang berlajar di Barat dan hidup dengan gaya Barat modern tapi bukan berarti menjadi Barat. Disini seperti ada “pengetahuan ganda” yang berpengaruh dalam peradaban manusia. Walaupun rene Guenon dalam bukunya itu menolak adanya pertentangan antara peradaban Barat dan Timur, tapi tidak menolak ada perbedaan dan persamaan diantara keduanya.  

Menurut penulis, konsep “pengetahuan ganda” sebagai bentuk perbedaan sekaligus persamaan, Cuma world viewnya berbeda yang satu didasarkan pada sisi modern dan yang satu berdasarkan pada sisi tradisional. Yang pertama mengembangkan pengetahuan melalui akal rasionalis dan yang satu berdasarkan atas Sang Tinggi. Peyimpangan pertama dari Barat adalah mendasarkan pengetahuan melalui akal rasionalis, dan akhirnya penyimpangan-penyimpangan itu terus terjadi pada zaman aufklarung dan revolusi industri. Sehingga manusia modern selalu membuat kebutuhan-kebutuhan bagi manusia untuk menciptakan satu produk dan menimbulkan banyaknya ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia itu. Air sebagai salah satu tali jiwa manusia harus dijadikan produk dalam kebutuhan manusia, ada jenis Aqua, Aguaria dan lainnya, atau udara di buat menjadi kipas, AC, dan manusia di paksa untuk butuh pada produk-produk itu. Ketergantungan pada material semakin kuat bagi manusia modern dan sering sekali mengabaikan hal-hal lainnya.

Sikap manusia modern ini sedang berjalan dari alam menuju alam bukan menuju sang Pencipta alam. Pola pikir yang berbeda ini yang diasumsikan sebagai pertentangan antara kedua peradaban itu, padahal itu bukan pertentangan hanya perbedaan saja seperti yang diamini oleh Guenon. Tapi ingat, ini bukan masalah style tapi pola pikir yang menjadi titik tekannya, sebab kenyataannya banyak orang Timur belajar di Barat Modern dan mereka tidak menjadi Barat, walaupun mereka berpenampilan seperti barat bukan berarti pola pikirnya kebaratan. Ini yang penting dalam tulisan ini sebagai manusia yang hidup di tengah-tengah zaman modern, dimanakah sikap dan mentalitas kita?    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *