Hukum Terkait Shalat Jumat

يايها الذين آمنوا اذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا الى ذكر الله وذروا البيع
Kewajiban orang Islam itu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Ketika dalam kehidupan manusia ada larangan atau perintah, maka akan lahir satu hukum, bisa wajib, haram, sunnah atau makruh. Dalam ayat tadi orang-orang yang beriman diwajibkan melaksanakan shalat jumat dan harus meninggalkan segala kesibukan duniawi seperti dagang, kerja dan lainnya. Diwajibkan karena ada perintah untuk cepat menjalankan sholat dan meninggalkan semya kesibukannya.
Dari dasar ini, banyak hukum yang terkait dengan sholat jumuah.

  1. Berapa sahnya jumlah orang melaksanakan shalat jumuat?
    Menurut:
  • imam Hanafi, 4 orang sudah sah menjalankan shalat jumat.
  • imam Malik, 12 orang sah untuk menjalankan shalat jumat.
  • imam Syafi’i qaul Kodim ( pernyataan imam syafi’i sebelum masuk di negeri mesir) itu 12 orang sudah sah, kalau Imam Syafi’i qaul Jadid ( pernyataan imam Syafi’i setelah masuk negeri mesir) itu jumlah sahnya sholat jumuat itu 40 orang.
  • imam Hambali, 50 orang sahnya melakukan sholat jumat.
  1. Hari raya pada hari Jumat
    عن زيد بن ارقم رضي الله عنه قال صلى الله عليه وسلم العيد ثم رخص في الجمعة فقال من شاء ان يصلى فليصل روه الخمسة الا الترمذي وصححه ابن خزيمة
    Terkait shalat idul fitri atau idul adha yang jatuh pada hari jumat. Ditengah masyarakat banyak yang menganggap bahwa cukup sholat hari raya saja dan boleh tidak shalat jumat. Apakah begitu?
    Merujuk pada hadits di atas, memang ada rukhso atau keringan boleh tidak menjalankan shalat jumat saat hari raya jatuh pad hari jumat. Namun keringanannya ini kalau masjid tempat shalat raya dan jumatnya sentral atau di satukan. Misal seluruh warga jakarta shalat jumat atau raya sentral di masjid istiqlah yang jarak tempuh menuju istiqlal itu bisa sampai setengah hari, maka ada keringan boleh tidak menjalankan shalat jumat. Tapi kalau tidak disentral dan jarak tempuh masih kejangkau maka tetap sholat jumat dan shalat raya.

Bagaimana dengan sekarang, dengan adanya wabah Covid-19 shalat jumuah di tiadakan? Sampai dinyatakan kondisi aman oleh pemerintah. Ini terkait dengan madhorot dan maslahat pada seluruh manusia. Serta ketaatan pada keputusa pemerintah. Bisa di baca dalam bab kitab fikihnya nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *