Menjaga Adab dan Berjamaah

Suraupos.com
Waktu Nabi Muhammad sholat subuh berjamaah dengan para sahabat di masjid. Ada salah satu sahabat nabi ketinggalan salat subuhnya, yakni sayyidina Ali Ra.
Alkisah, Sayyidina Ali baru keluar dari rumah habis adzan subuh. Dalam perjalanan menuju masjid, perjalanan Ali terhalang oleh kakek yang berada di depannya, Ali pun berjalan di belakang kakek dan tidak berani mendahulinya sebab tidak sopan jika mendahului jalannya kakek. Dengan berjalan lambat, Ali pun bingung, kalau mendahuli kakek tidak sopan tapi kalu tidak mendahui takut ketinggalan berjamaah subuh. Ali pun memutuskan untuk tetap menjaga adab dan berjalan dibelakang kakek tadi.
Dari peristiwa ini, Allah pun memerintahkan malaikat Jibril untuk menahan matahari jangan sampai terbit dan menahan kepala nabi Muhammad yang sedang rukuk, jangan sampai berdiri, sebab menunggu Ali ra. Yang sedang menuju masjid. Para jamaah merasa aneh kok rukuknya nabi lama sekali tidak seperti biasa dan matahari yang akan terbit ditahan oleh malaikat jibril.
Sampai di depan masjid, ternyata kakek tadi bukan orang mukmin dan tidak masuk masjid. Ali pun kaget dengan kakek-kakek tadi, dengan cepat-cepat, Ali pun masuk ke masjid dan melihat kanjeng nabi serta para sahabat masih rukuk. Ali pun langsung berkata “Alhamdulillah”. Lalu kanjeng nabi manyaut dengan jawaban ” sami’a Allahu Liman Hamidah”. Lafad sami’a Allahu Liman Hamidah yang ditunjukan kepada Ali dengan memuji Allah sebab masih bisa berjamaah shalat subuh.
Jadi lafadz “Liman”- orang ini adalah sayyidina Ali. Sebab memuji Allah atas waktu yang diberikan untuk shalat berjamaah.
Hikmahnya, Allah akan memberikan hususiyah pada setiap amalan seseorang dengan caranya Allah bukan dengan logika kita. Menjaga Adab dengan siapa saja, dan menjaga salat berjamaah bisa memberikan keistimewaan pada diri seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *